Jawaban Singkat

Easy9: breaking capacity 4.5 kA, basic residensial. Domae: 6 kA, residensial standar (sweet-spot rumah PLN 1300-4400 VA). Acti9 iC60: 6-100 kA, komersial/industri (gedung, pabrik, kawasan industri). Untuk rumah Anda, Domae paling masuk akal — selisih harga vs Easy9 hanya Rp 30-50 ribu per MCB tapi safety margin lebih tinggi.

Tabel Perbandingan 3 Seri

AspekEasy9DomaeActi9 iC60
Breaking capacity4.5 kA6 kA6-10 kA (iC60H/N), hingga 100 kA
Rated current2-40 A2-63 A1-63 A
Kurva trip tersediaB, CCB, C, D, K, Z
Harga 1P (Medan 2026)Rp 60-150 ribuRp 100-250 ribuRp 200-800 ribu
Indikator visual tripTidakTidakYa (red flag)
Aplikasi tipikalRumah PLN ≤ 2200 VARumah PLN ≤ 5500 VAKomersial, gedung, pabrik
StandarIEC 60898, SNIIEC 60898, SNIIEC 60898 + 60947
Garansi distributor2 tahun2 tahun2 tahun

Rekomendasi Sesuai Daya PLN Rumah

Daya PLNArus NominalMCB UtamaSeri Recommended
900 VA4 AC4 atau C6Easy9 atau Domae
1300 VA6 AC6Easy9 / Domae
2200 VA10 AC10Domae C10
3500 VA16 AC16Domae C16
4400 VA20 AC20Domae C20
5500 VA25 AC25Domae C25 atau Acti9
7700 VA+ (3 phase)10 A × 3C10 3PActi9 iC60

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa breaking capacity dan kenapa penting?

Breaking capacity (kA) adalah arus hubung-singkat maksimum yang bisa diputus oleh MCB tanpa rusak. Saat hubung-singkat (kabel + atau - bersentuhan), arus bisa naik 50-100× dari nominal — kalau breaking capacity MCB tidak cukup, MCB akan terbakar dan tidak memutus aliran (= risiko kebakaran). Standar PLN distribusi rumah biasanya menghasilkan short-circuit current ≤ 4.5 kA, jadi Easy9 (4.5 kA) sebenarnya cukup. Tapi safety margin lebih tinggi (6 kA Domae) tidak harm.

Beda kurva B, C, dan D MCB?

Kurva B (trip 3-5× nominal): untuk beban resistif murni — pemanas, lampu pijar. Kurva C (trip 5-10× nominal): untuk beban campuran — standar untuk rumah, kantor, ruko. Pilihan default 99% kasus. Kurva D (trip 10-20× nominal): untuk beban inrush current tinggi — motor listrik, transformator, kompresor besar pabrik.

Apakah selisih harga Easy9 vs Domae signifikan?

Untuk satu MCB: selisih hanya Rp 30-50 ribu. Untuk seluruh rumah dengan 5-7 grup (1 utama + cabang), total selisih budget hanya Rp 200-400 ribu. Investasi yang ROI-nya jelas: safety margin lebih tinggi + breaking capacity yang lebih ample untuk skenario short-circuit yang tidak terduga.

Bagaimana cek apakah MCB asli atau KW?

(1) Cek logo Schneider yang dicetak di body — KW biasanya kabur atau warna pudar. (2) Cek serial number di belakang — Schneider asli punya serial yang bisa di-verify via website resmi. (3) Berat fisik — MCB asli lebih berat dari KW karena kontak internal pakai material premium. (4) Beli dari distributor resmi — Schneider Indonesia punya jaringan distributor terverifikasi.

Apakah RCCB dan ELCB perlu di rumah?

Sangat direkomendasikan. RCCB (Residual Current Circuit Breaker) atau ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) memutus aliran kalau ada arus bocor ke tubuh manusia (misal: nyentuh kabel telanjang) — proteksi yang MCB biasa tidak berikan. Schneider punya seri Domae RCCB dan Acti9 iC60 dengan kombinasi MCB+RCD. Standar regulasi listrik rumah modern di banyak negara sudah mensyaratkan RCCB.

Apakah MCB Schneider tahan panas iklim Sumatera?

Ya. Schneider MCB di-spec untuk operasi suhu ambien hingga 40°C kontinu — sesuai dengan suhu Medan rata-rata 28-32°C. Untuk panel listrik di area panas (atap, ruangan tanpa ventilasi), pertimbangkan de-rating: kapasitas efektif turun ~5-10% pada 45°C. Solusi: ventilasi panel atau pakai MCB dengan rating arus lebih besar dari kebutuhan nominal.

Penutup

Untuk rumah PLN standar Indonesia, Domae adalah sweet-spot antara Easy9 (basic) dan Acti9 (komersial). Untuk konsultasi pemilihan dan instalasi panel listrik di Medan, WhatsApp tim Gober. Distributor resmi Schneider Electric di Sumatera Utara dengan garansi resmi.

Sumber: Schneider Electric Indonesia datasheet (Easy9, Domae, Acti9 iC60), IEC 60898 standard, pengalaman lapangan tim Gober. Update: Mei 2026.

Chat Kami